Aku tidak mengerti yang kurasakan
Aku hanya tak kuasa mengusirnya jauh
Pemahaman akan dirimu seakan menguasai nalar dan logikaku
Aku bukan mahadewi
Aku juga bukan bidadari
Mungkin aku hanya pantas bermimpi
Untuk meraih simpati
Karena berharap itu tiada arti
Mungkin ini hanya nyanyian kecil
Impian konyol anak manusia
Jika bisa dikata
Tak lebih sebatas si pungguk merindu mentari
Kau semakin tak terjangkau
Aku cukup dengan melihatmu
Aku gembira dengan mengingatmu
Aku selalu terkesiap mendengar namamu
Aku bahkan tak kuasa untuk tak menorehkan sukaku
Seandainya kau tahu wahai sinarku
Betapa malunya aku
Ya! memang ini yang terbaik
Cukup, cukup sangat baik
Dari kejauhan ku merasakan nafasmu di sela-sela getar nadiku
Aku bernyanyi
Aku bersiul
Aku pun berdoa kau kan bahagia….
amin
maybe I'm not the best person... but I believe I'm special
Thursday, June 10, 2010
Friday, April 9, 2010

membaca sebuah quote di tweeter yg mengatakan bahwa "Being ugly, isn't a curse. It's a God's way for you to find the one who truly loves the inner you" membuat hatiku tergelitik. Aku merasa tidak setuju dengan quote itu. I mean, being ugly doesn't mean that u can't become beautiful or handsome, or being ugly doesn't mean that he/she just has inner beauty without outer beauty. No it's wrong, I guess. Kita bebas membuat diri kita tampak cantik ataupun buruk. Kita bebas memikirkan apakah kita ganteng atau tidak. Sebenarnya itulah yang akan tampak dimata orang lain yang melihat kita.
Konsep akan diri itu penting. Pemahaman bahwa diri kita buruk akan membawa kita pada konsep diri yang tidak baik dan demikian seterusnya akan berimbas pada bagaimana kita bersikap dan berperilaku di depan orang lain. Sehingga bagaimana kita mau menampilkan inner beauty kita kalo seperti itu??? Everything is started at what u think, not what other people think. When u believe of ur beauty, u will get ur beauty, but when u catch ur "bad" concept of urself on ur mind...so that's u are.
Outer beuaty tidak hanya didukung oleh mata yang indah, bibir yang seksi, hidung yang mancung, dll yang kebanyakan org bilang, namun lebih didukung oleh bagaimana matamu menampakkan kedamaian, bagaimana senyummu menampakkan keceriaan, dahimu menampakkan kestenangan, atau rambutmu menampakkan kelembutan lah yang akan memberi warna tersendiri terhadap "sosok" dirimu.
Oleh karena itu dengarkanlah suara hati ragamu, penuhilah keinginan mereka untuk tampil cantik, niscaya mereka pun akan berusaha membuatmu cantik...
be nice.. :)
selingan...

Percaya atau tidak kita memang membutuhkan saat-saat dimana kita berada dibawah. Itulah mengapa sesekali roda kehidupan kita akan berputar 180 derajat ke bawah. Ketika kita berada dibawah, biasanya kita akan bersedih, atau paling parahnya akan merasa dunia akan berakhir. Dan hal itu akan terus berulang dari masa bersedih 1 kemana bersedih yang lain. Meskipun sering berada dibawah umumnya manusia jarang belajar bagaimana mengatasi perasaan "down" itu. Sehingga ketika mereka berada dibawah untuk kesekian kalinya, manusia merasa saat itulah perasaan paling "down" yang mereka rasakan. Paling, paling, dan paling hingga nggak ada yang nggak terasa "paling". Mungkin kita sesekali akan tertawa saat mengingat-ingat masa sedih kita. Atau mungkin merasa tampak tolol kenapa kita harus menangis saat itu. Tapi ketika kita bersedih lagi ya... kita juga bakalan nangis lagi. hheemmm lucu juga ya manusia ini... Itulah mengapa Allah nggak bakalan pernah ngelepasin kita begitu aja. Allah Maha Tahu bahwa kita nggak mungkin sanggup mengatasi beban-beban itu sendirian tanpa diriNya. Meskipun Allah sendiri pasti juga tahu bahwa hamba-hambaNya ini juga akan kembali melupakanNya ketika sudah keluar dari masa "berkabung"nya.
Nah bisa dibayangkan kan betapa konyolnya kita ini?? Betapa rendahnya attitude kita di hadapan sang Khalik?? Sudah berbagai macam cara yang dilakukan Allah untuk menyentil kita, tapi apa?? kita tetap aja nggak belajar dan terus melakukan kesalahan yang sama.
Sekarang aku mungkin berada dibawah. Meskipun aku nggak terima dengan posisiku ini tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa. Perbuatan yang patut kulakukan saat ini hanya instropeksi dan membangun rencana baru untuk bangkit kembali. YaAllah... jangan biarkan kekalutan ini membutakanku akan kilau anugerahMu yang takhenti2nya kau curahkan padaku di saat sedih maupun senang. Jika biasanya aku melihat orang lain menangis, mungkin kini saatnya aku harus bangkit sendiri melawan tangisku. Bantu aku ya Allah... Give me a power to reach my hope ... amin. Bismillah...
Thursday, April 8, 2010
So have u said Thank's to Him today??

setiap kita menghadapi masalah, sebenarnya diri kita sedang diuji. Siapa yang menguji?? tentu saja Allah SWT. Keberhasilan ataupun kegagalan sebenarnya bukanlah inti dari ujian itu sendiri, justru yang penting adalah bagaimana kita menjalani ujian tersebut dan bagaimana pula kita menjalani hal-hal yang terjadi setelah ujian itu berakhir. Disanalah Tuhan terus-menerus akan mengevaluasi kita. Seberapa lapang dada kita, seberapa keras usaha kita, seberapa ingatkah kita padaNya, seberapa banyakkah ucapan syukur yang kita panjatkan dari hati, seberapa banyakkah dosa yang telah kita perbuat baik disengaja maupun tidak, disitulah sebenarnya inti dari semua ujian yang diberikanNya. Apabila kita tak pernah lengah, pasti kita tahu, bahwa setiap hembusan nafas kita dalam kehidupan ini, pada dasarnya adalah ujian bagi kita. Mengapa kita harus selalu diuji?? karena kita manusia. Ya, karena kita manusia. Manusia tempat salah dan dosa. Manusia tempat lupa dan khilaf. Namun hanya pada manusialah Allah terus-menerus memberikan anugerahNya. Hanya pada manusialah Tuhan mencurahkan segenap jiwa, kasih sayang, perhatian, dan kebaikan yang sangattttt spesial dibandingkan makhluk-makhluk yang lain. Sehingga tidak salah kan jika dibalik semua anugerah itu, Allah memberikan ujian pada kita. Bukan berarti Allah tidak ikhlas memberikan anugerahNya, tetapi justru karena supaya kita mampu menjaga dan merasakan yang lebih atas anugerah yang kita terima. Coba bayangkan jika uang begitu saja turun dari langit, tanpa kita harus diuji untuk mencari pekerjaan dulu, tanpa harus dipecat sana-sini dulu, tanpa harus gagal bangkrut berulang kali dulu, atau tanpa-tanpa yang lain, betapa tidak nikmatnya jika semua itu terjadi tanpa peluh usaha kita, nikmatnya akan terasa kurang bukan. Mungkin sebagian orang masih berpikir, kalau kenikmatan terus menerus datang tanpa penderitaan pasti hidup lebih bahagia. Itu kan menurut mereka,,, Allah lah yang Maha Tahu... termasuk mengetahui mana yang terbaik untuk umatnya. Allah yang Maha Mampu dalam mengatur semuanya. Allah lah yang Maha memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan umatnya. Dan bahkan biasanya kita sering luput akan apa yang sebenarnya memang baik untuk kita, dan mana yang tidak baik bagi kita.
Oleh karena itu marilah kita mulai memandang kehidupan ini tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai sebuah anugerah. Mau hidup kita senang, mau hidup sedih, itu semua Anugerah. Jangan sekali-sekali menyesal dan berburuk sangka, karena sebenarnya penyesalan dan burung sangka itu justru menunjukkan betapa sempitnya pikiran kita. Betapa kecilnya luas jarak pandang kita. Semakin kita tenang dan bersabar dalam mengahadapi semua episode perjalanan hidup kita, justru disanalah kita akan menemukan keindahan dan seni kehidupan yang ditawarkan olehNya. Disanalah kita akan semakin menyadari bahwa Tuhan itu ssayaaannnggggggggggg sekali dengan kita melebihi apapun dan siapapun. Sekecil apapun penghargaan kita panjatkan atas anugerahNya, Allah pasti akan membalasnya lebih dari apa yang kita bayangkan.
Percayalah...rencana Allah itu Maha Indah...dan setiap dari kita pasti telah mendapatkan rencana indah itu sejak kita tercipta di dunia yang fana.
Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Amin ya Robbal Alamin..
Wednesday, April 7, 2010
"my name is Khan"

sebelll...knp bbrp dr kmrn gak ad ide buat nulis d blog. Begitu halnya hr ini, tp aq mo coba nulis ttg "my name is Khan". Mgkn telat kali ya...tp gw gk nyesel baru nonton tadi malam. Tu film lamaaaa bgt nongol d bioskop sby. Mulai dr byk yg nonton ampek tinggal 20an org yg nonton. Itupun kayaknya mrka yg masih nonton adlh yg uda nonton sblmnya n pengen ngulang nonton lagi.
Busyettt....many thumbs up 4 the producer. Filmnya keren bgt, didukung dgn acting yg menjiwai bgt (many thumbs up for Sahruh Khan), background yg yahut, n ending yg happening bgt. Sbnrnya alur gak tllu unik, mksdnya qt smua pasti tau lah kira2 gmn keadaan di USA hbs WTC itu. Cuman ide "syndrom asperger" itulah yg bikin mengharu biru. Sumpah...actingnya bikin gw menangis tak henti2. Perasaan penonton dibuat sedih dan senang berkali-kali. Soundnya jg keren...maklum india, hehe... Cuman sayangnya pas Khan ditusuk tuh yg paling mengurangi happeningnya film ini...so..so...serendipity bgt...dipas-pasin bgt. Unfortunately yach... EEEhhhmmm...wajah plg ganteng d situ anaknya Mandira sama wartawan kampus yg bela2in nelusurin ttg Khan dan asal-usul knp si Khan ngebet ktm Presiden. WWuuuiiihhh pokoknya mnrtku "ni baru namanya film".
Sebagai umat muslim, satu hal yg kusalut adl ide ceritany ttg bahwa Islam itu agama yg penuh cinta kasih dan berdoa itu bisa dimanapun/gak tgtg tempat atawa keadaan (karena Allah swt jg gak pnh liat2 sikon klo pengen menolong kita). Selain itu di film ini aku jg salut ttg penekanan klo yg membedakan umat manusia d bumi ini hanya yg baik dan yg buruk. Di luar itu semua sama.
Greattt!! dakwah yg bgs bgt... Ya Allah perbanyaklah film spt ini biar perbedaan-perbedaan itu tak lagi mendatangkan mslh...
Oke...sekian dulu ceritanya, PR buat aq: cari DVD asli film ini biar bs ditonton anak cucu gw, haha...
Wassalamualaikum...:)
Friday, April 2, 2010
hAUL Almh. eyang putriku...
kemarin absen nulis, hari ini gak ide buat nulis... tapi oke aku mo cerita klo hr ini brusan meringatin haul ke8 eyang putriku. Merasa sudah lama tidak bersentuhan dengan memori beliau. Untungnya masih ada acara-acara seperti ini yang ngingetin kita buat kembali mengingat orang-orang yang udah pergi mendahului kita.
Mungkin aku kurang setuju kalo kegiatan-kegiatan kayak gini dibilang lebih berhubungan dengan takhayul-takhayul atau mempercayai kekuatan selain Dia. Kalo kita mau melihat hal positifnya masih banyak yang bisa dipetik, salahsatunnya qt jd ngumpul2 keluarga. Coba klo kita gak pernah ngumpun tiba2 sodara kita nambah lagi yg gak ada n plus kita blm sempat minta maa f ma dia. OmG sayang banget kan?? makanya semua itu jgn dipandang dari sisi buruknya doang... Gak ada yang benar-benar buruk di dunia ini selain mereka2 yg melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah tapi nggak mau merubah perbuatannya. Mata, telinga, hati, otak, tangan, nafas, dan masih banyak hal lainnya adalah anugerah yang di Atas, jadi gunakanlah semua itu untuk kebaikan juga.... atau paling tidak utk memikirkan kebaikan jika kamu belum bisa melakukan apa yang kamu pikirkan itu.... hehe...
Oke, sekian dulu... already ngantukss... plus mo lihat Indonesian Idol... :)
Wednesday, March 31, 2010
just a reason...

hariku gelap...siangku penat...malamku pun tercekat
Tuhan dimanakah cahaya itu
dimanakah lentera itu
perjalananku kian tercerabut sendu
mengalun membisu
serempak tapi tak sama
beriringan namun tak bersama
sendaku pilu, tangisku kelu
mengapa dunia serasa membisu
pergi dan lari menjauhiku
terseok aku dalam kalbu
teronggok aku dalam ragaku
jiwa ini bertalu
seraya memukul angin yang terus berlalu
seperempat bukan setitik
setalu bukan sebelanga
cerita tak berujung
kapankah kau akan sampai di sana...
Monday, March 29, 2010
Temanku yang lucu...

Entah kenapa akhirnya kami dekat... sepertinya karena sebuah tugas kelompok 2 orang dari salah satu dosen kami. Dari sana akhirnya kami banyak bercerita hingga suatu hari aku bertandang sekaligus menginap di rumahnya. Sama seperti ketika aku menjalin persahabatan dengan teman-temanku yang lain aku selalu banyak menceritakan segala keluh kesahku tanpa menunggu waktu lama, dan sampai akhirnya sudah habis semua kuceritakan pada mereka. Biasanya saat itu kami akan begitu dekat. Namun yang aku selalu khawatir ketika memulai pertemanan adalah ketika tabiat burukku akan muncul kembali. Yach...tabiat yang entah kenapa selalu menemani hari-hari pertemananku. Entah kenapa pertemananku selalu berakhir dengan kurang bahagia. Dan biasanya aku akan sangat jauh dan canggung dengan orang yang sebelumnya sangat dekat denganku. Kenapa ya?? Apakah ini karena sifat gampang bosan yang aku miliki?? habis manis sepah dibuang... mungkin begitu tepatnya kalimat guna menggambarkan kejahatanku dalam membina hubungan pertemanan. Astaghfirullah... Aku tidak berniat seperti itu, tetapi terkadang begitulah rupanya cerita pertemananku selalu berulang. Aku akan dekat dengan yang baru dan melupakan yang lama. Dan biasanya aku menjauhi teman lamaku karena rasa benci atau tidak suka yang timbul karena suatu hal...
Tapi teman kuliah yang kini dekat denganku ini lain, dari awal dia telah menegaskan padaku, bahwa dia bukan tipe orang yang melupakan teman lama, dia akan selalu mencoba mempertahankan pertemanan dengan semua temannya, mulai dari masa kecil hingga sekarang. Bahkan dia berkata bahwa dia benci sekali jika melihat teman lamanya berubah menjadi sok tidak kenal ketika bertemu lagi dengannya. Oh my God, akankah aku menjadi seseorang yang dibencinya itu?? Akankah aku justru berubah menjadi musuh baginya?? Ya Allah jgn biarkan aku menjadi tidak menyukai berteman dengannya.. Aku ingin berubah, paling tidak mulai pertemanan yang saat ini. Aku tidak ingin berbuat salah lagi, apalagi kepada teman yang tulus berbagi denganku. Biarkanlah dia menjadi petunjuk dariMu untukku agar aku tidak berbuat salah lagi. Ijinkan dia tidak menjadi sepah yang akhirnya kubuang setelah kuhisap manisnya. Amin... Jagalah dia...
kesalahan yang terus berulang

Sudah hampir 24 tahun aku hidup di dunia ini, namun entah kenapa kesalahan-kesalahan yang sama terus menerus berulang. Bagai kelinci yang jatuh ke lubang yang sama berulangkali, hhihi... Selalu dan selalu bisa mengerjakan saat mendekati deadline. Entah sugesti atau memang sebatas itu kemampuanku, bahwa aku selalu sulit mendapatkan ide jawaban di saat-saat jauh dari deadline. Entah kenapa aku tidak bisa memfokuskan diriku jika ancaman "deadline" itu tidak berdengung-dengung di kepalaku, huh... Padahal kalo dibilang rajin, lumayanlah aku ini. At least selalu bangun pagi, kamar selalu rapi, selalu mempersiapkan apa yang harus aku bawa, dsb. Namun entah kenapa untuk masalah yang satu itu aku tidak bisa melakukan yang lebih baik lagi. Meskipun tidak selalu nilaiku buruk karena mengerjakan tugas diburu-buru deadline, tapi terkadang ingin lagi aku seperti ketika masih duduk di SD atau SMA yang biasanya kita masih rajin-rajinnya mengerjakan PR, hehe... Apa karena aku jauh dari orang tua, sehingga tidak ada pengawasan?? Wah berarti aku belum dewasa dunk?? Atau bisa dibilang perkembangan moralku masih prakonvesional kalau kata Kohlberg?? haha... GawAt!! Mungkin benar jika kita, yang sudah cukup tua ini, tidak sepatutnya merasa telah dewasa, karena bagaimanapun dorongan untuk berperilaku seperti anak-anak itu selalu akan muncul dan muncul lagi. Yang membedakan hanya, ketika anak-anak tidak bisa menyembunyikannya, kita yang dewasa ini selalu berhasil berpura-pura tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya sungguh kekanak-kanakan. ckckck... Dimanapun dan kapanpun manusia memang akan meloloskan hasrat untuk bertahan hidup yang berkembang menjadi hasrat untuk mencari kepuasan hidup. hihi...
Tidak bisa dibayangkan jika Tuhan tidak menyisipkan perasaan empati dan simpati sebagai kerakter manusia, pastilah dunia akan penuh dengan keserakahan dan kebencian, naudzubillah...
Sekali lagi ya Allah, aku bersyukur atas banyak hal yang belum kusadari telah datang pada kami...
Sunday, March 28, 2010
tiba-tiba keguandahan itu muncul lagi...

tadi siang, pertanyaan itu kudengar lagi..
sudah sekian lama tidak ada yang mencoba menanyakannya
bahkan aku pun hampir melupakannya karena kesibukan yang begitu menggerus waktuku, pikiranku, dan fisikku tampa kenal ampun
Tapi tadi aku tersadar, hebat!! bahkan selama ini aku berhasil melupakan kegundahan itu
meskipun pertanyaan itu kembali mendesing dalam keheningan dan kedamaian ragaku
Jiwa yang beberapa hari terakhir penat karena tugas, kembali terhenyak akan hadirnya luka lama
ya pertanyaan itu, pertanyaan ttg siapakah calonku sekarang... Oh my God, why should I hear that question again?? Don't they know without asking?? Don't they know it's a sign of my ending life?? (lebay mode:on).
Terkadang manusia disibukkan oleh aturan kehidupan atau bisa dikatakan standar yang dibuat oleh kebanyakan orang mengenai bagaimana sebaiknya kehidupan seseorang. Kita tidak pernah bagaimana seseorang itu seharusnya hidup. Dan kita tidak pernah tahu perjalanan hidup seseorang hingga orang tersebut menjalani seluruh kehidupannya. Aku rasa tidak ada kata seharusnya dalam menjalani kehidupan. Karena ke"seharusnya"an itu adalah pandangan sempit beberapa gelintir manusia mengenai kehidupan beberapa gelintir manusia juga. Seharusnya itu hanya milik Sang Pencipta. Tidak bisakah kita menghargai adanya perbedaan?? tidak bisakah kita bersyukur atas semua perbedaan yang ada?? Ketika seseorang itu berbeda dengan kebanyakan orang bukan berarti dia tidak seperti yang seharusny, namun begitulah seharusnya dia hidup menurut Sang Khalik. Berbeda adalah karena kita melihat dari kesamaan yang ada. Namun tidakkah kita sadar bahwa kesamaan itu juga akan berbeda ketika dilihat dari perbedaan-perbedaan yang lain. Tidak ada keharusan mutlak dalam menjalani hidup kecuali keharusan yang telah diciptakan oleh Nya.
Sekali lagi bahwa kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain saja... namun lebih daripada itu untuk berterima kasih kepada Sang Pencipta kita yang telah menjadikan kita ada. Kita adalah spesial, itulah mengapa kita diciptakan. Kita adalah berbeda itulah mengapa kita dilahirkan. Sembari menatap perbedaan, maka hargailah perbedaan itu sebagaimana mereka memberikan warna-warni kehidupan di dunia ini...
sekelumit kenyataan hidup

beberapa menit yang lalu, baru saja aku berbicara dengan seorang ibu, yang mengeluh tentang anak laki-lakinya. Ibu muda ini hampir menjadi single mother. Maksudku sedang dalam proses perceraian dan sudah lama pisah rumah dari suaminya. Sekarang dia harus kembali ke rumah ibunya dan bekerja banting tulang untuk anak-anaknya. Dia punya 3 anak, perempuan, laki-laki, dan perempuan lagi. Kebetulan aku memakai anak laki-lakinya sebagai subyek dalam tugas kuliahku. Awalnya aku tidak ingin terlalu dalam terlibat, ternyata justru sebaliknya, dibalik nilai-nilai akademis si anak laki-laki yang buruk, ternyata justru ada cerita menarik mengenai keluarga itu. Mungkin karena kedua orang tua yang menikah ketika sama-sama muda, menjadikan kehidupan ekonomi keluarga sedikit kurang stabil. Aku tidak banyak mengorek hal itu, tapi yang kutahu ibu ini mengatakan sang suami sering lepas tanggungjawab mengenai anak-anak mereka hingga si ibu harus banting tulang.
Seperti kebanyakan anak laki-laki, anak ini cenderung malas belajar, lebih suka bermain bola, berpetualang kesana kemari, dsb. Namun yang kusuka dari anak ini, dia sangat percaya diri dan ramah. Dia tidak malu-malu atau manja. Bahkan aku tidak pernah melihat dia tampak murung, padahal aku yakin pasti jauh di lubuk hatinya dia menyadari akan ketiadaan ayah dalam keluarganya, belum lagi sang ibu yang selalu bekerja hingga larut malam. Aku yakin dia merasakan perbedaan antara keluarganya dan keluarga teman-temannya. Tapi dia bercerita tentang itu, justru aku baru tahu kalo ayahnya tidak di rumah adalah dari ibunya.
Anak ini menurutku sebenarnya pandai. Bahkan si ibu guru sering bilang kalau dia rajin maju ke depan dengan inisiatif sendiri untuk mengerjakan soal. Namun entah kenapa hasil ulangannya selalu buruk. Belum lagi kebiasaannya yang sering bolos. Anak ini tipe anak yang suka sekali bergerak kesana kemari. Dia tidak bisa diam di kelas tanpa mengusili teman-temannya. Sehingga hasil belajarnya jadi tidak maksimal. Belajar di rumah juga sangat jarang dilakukan, bahkan saat UTS. Aku bisa maklum, karena keadaan rumah nenek yang dia tinggali memang sangat tidak kondusif sebagai tempat belajar. Kurang lebih ada 5 anak kecil dan 4 orang dewasa di rumah itu. Belum lagi tidak ada pengawasan dari sang ibu yang selalu bekerja siang malam. Dugaan sementara dari aku mungkin anak ini tipe anak yang gaya belajarnya lebih ke praktikal atau kinestetik. Dia akan bosan dengan rutinitas kelas yang hanya menuntut guru menjelaskan di depan dan mengerjakan tugas di bangku. Tidak ada yang salah dengan gaya belajar anak. Namun kadang-kadang sarana dan prasarana serta metode pendidikan saat ini tidak mendukung dengan beberapa gaya belajar anak. Misalnya anak dengan energi berlebihan seperti dia, atau sifatnya yang tidak bisa diam, mungkin akan lebih cocok dengan pengajaran yang lebih praktis. Misal dalam laboratorium atau pengenalan langsung ke alam, menggunakan alat peraga, dsb. Standar penilaian kepada tiap-tiap anak sebenarnya bisa berbeda-beda karena mereka juga memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Mungkin guru lah yang lebih tahu bagaimana proses pendidikan anak-anak didiknya. Namun sekali lagi guru tetap diatur oleh standar penilaian dan peraturan dari departemen terkait yang terkadang justru kurang mengapresiasi keberagaman pada anak-anak tersebut.
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Namun tidakkah alangkah baiknya jika perubahan-perubahan yang terjadi di dunia pendidikan tidak hanya berputar pada menterinya saja, atau nama program-programnya saja, namun justru perubahan pada bagaimana sistem penilaian terhadap keberagaman potensi anak. Mungkin terlalu sulit untuk menampung semua potensi itu dan membuat penilaian sendiri-sendiri akan hal tersebut. Tetapi yang penting adanya usaha untuk merubah paradigma bahwa anak pintar adalah anak yang rajin mengerjakan soal, mendengarkan guru, tidak pernah bolos, sehingga anak akan selalu merasa dihargai dan termotivasi untuk memupuk potensinya ke arah yang positif.
menemani sepupu kecilku ke PAUD

Keadaan PAUD yang kudatangi tadi mungkin tidak berbeda dengan PAUD-PAUD yang lain. Khususnya PAUD-PAUD yang diadakan oleh swasembada RW setempat dan bertempat di balai RW. Sarana dan prasarananya sangat minim sekali, demikian halnya tenaga pengajarnya. Bahkan bisa jadi bahan untuk pengajaran juga sangat minimalis. Sebagaimana bahan untuk belajar mewarnai yang kulihattadi pagi. Tapi aku salut dengan ibu-ibu pengajarnya, mungkin gaji yang mereka tidak seberapa, tapi mereka mau bersusah payah menularkan ilmu untuk anak-anak itu. Meskipun yang sangat disayangkan banyak metode pengajaran atau paling tidak cara menghadapi anak yang aku rasa kurang pas untuk diterapkan tadi. Ibu-ibu pengantar atau para baby sitter juga terlalu banyak ikut campur di kelas. Bahkan ketika anak yang mereka antar sebenarnya sudah bisa dilepaskan, tetap saja mereka mendekati mereka serta membantu anak-anak itu mengerjakan tugas yang diberikan. Bahkan sebagian ibu-ibu itu menyuapi anak-anak mereka ketika waktu belajar (waktu makan sudah habis). Para pengajar sudah berulangkali mengingatkan, namun tetap saja berulang terus dan terus. Aku tidak habis pikir... sudah mahal-mahal mereka membayar untuk sekolah anak mereka, tapi tetap saja mereka tidak mempercayakannya pada sekolah atau pengajar. Mereka masih saja ikut campur dalam mengerjakan tugas. Sebenarnya siapa sih yang sekolah?? Apa mereka malu dengan ibu-ibu yang lain kalo anak mereka jelek hasil tugasnya?? ckckck.... Terkadang keinginan orang tua memang terlalu berlebihan, apalagi ketika anak masih kecil dan belum mampu menyampaikan keinginan mereka. Sebagaimana kita yang sudah dewasa ini, kebebasan tentu terus menjadi keinginan yang didambakan, apalgi anak-anak itu??? toh dalam kebebasan bukan berarti mereka tidak belajar kan?? Tuhan telah menciptakan manusia sedemikian lengkapnya, tentu agar memudahkan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan, demikian halnya anak-anak, tentu dengan pengalaman, mereka akan belajar menghadapi semua rintangan yang ada. Ketika mereka jatuh... itu sebuah pengalaman... ketika mereka merasa disakiti itu juga sebuah pembelajaran...dari sana mereka akan belajar bagaimana untuk tidak jatuh lagi dan tidak sakit lagi. Semakin anak miskin akan pengalaman, semakin sulit Ia menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan sebenarnya dan cenderung mudah menjadi rapuh ketika berhadapan dengan dunia yang sebenarnya ini.
Mungkin aku berkaca pada sesuatu yang kualami. Tapi aku tidak terlalu banyak tahu akan itu, karena mungkin aku belum menyadarinya. Namun yang kutahu bahwa aku sering merasa tidak mampu ketika cobaan itu datang.
Saturday, March 27, 2010
Alhamdulillah...
Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga bikin blog ketika sdh byk org punya blog, hehe... But it's oke. Slowly but sure, q coba untuk menuangkan bbrp hal yang selama ini ingin kusampaikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)