Sunday, March 28, 2010

tiba-tiba keguandahan itu muncul lagi...



tadi siang, pertanyaan itu kudengar lagi..
sudah sekian lama tidak ada yang mencoba menanyakannya
bahkan aku pun hampir melupakannya karena kesibukan yang begitu menggerus waktuku, pikiranku, dan fisikku tampa kenal ampun
Tapi tadi aku tersadar, hebat!! bahkan selama ini aku berhasil melupakan kegundahan itu
meskipun pertanyaan itu kembali mendesing dalam keheningan dan kedamaian ragaku
Jiwa yang beberapa hari terakhir penat karena tugas, kembali terhenyak akan hadirnya luka lama
ya pertanyaan itu, pertanyaan ttg siapakah calonku sekarang... Oh my God, why should I hear that question again?? Don't they know without asking?? Don't they know it's a sign of my ending life?? (lebay mode:on).
Terkadang manusia disibukkan oleh aturan kehidupan atau bisa dikatakan standar yang dibuat oleh kebanyakan orang mengenai bagaimana sebaiknya kehidupan seseorang. Kita tidak pernah bagaimana seseorang itu seharusnya hidup. Dan kita tidak pernah tahu perjalanan hidup seseorang hingga orang tersebut menjalani seluruh kehidupannya. Aku rasa tidak ada kata seharusnya dalam menjalani kehidupan. Karena ke"seharusnya"an itu adalah pandangan sempit beberapa gelintir manusia mengenai kehidupan beberapa gelintir manusia juga. Seharusnya itu hanya milik Sang Pencipta. Tidak bisakah kita menghargai adanya perbedaan?? tidak bisakah kita bersyukur atas semua perbedaan yang ada?? Ketika seseorang itu berbeda dengan kebanyakan orang bukan berarti dia tidak seperti yang seharusny, namun begitulah seharusnya dia hidup menurut Sang Khalik. Berbeda adalah karena kita melihat dari kesamaan yang ada. Namun tidakkah kita sadar bahwa kesamaan itu juga akan berbeda ketika dilihat dari perbedaan-perbedaan yang lain. Tidak ada keharusan mutlak dalam menjalani hidup kecuali keharusan yang telah diciptakan oleh Nya.

Sekali lagi bahwa kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain saja... namun lebih daripada itu untuk berterima kasih kepada Sang Pencipta kita yang telah menjadikan kita ada. Kita adalah spesial, itulah mengapa kita diciptakan. Kita adalah berbeda itulah mengapa kita dilahirkan. Sembari menatap perbedaan, maka hargailah perbedaan itu sebagaimana mereka memberikan warna-warni kehidupan di dunia ini...

No comments:

Post a Comment