
Entah kenapa akhirnya kami dekat... sepertinya karena sebuah tugas kelompok 2 orang dari salah satu dosen kami. Dari sana akhirnya kami banyak bercerita hingga suatu hari aku bertandang sekaligus menginap di rumahnya. Sama seperti ketika aku menjalin persahabatan dengan teman-temanku yang lain aku selalu banyak menceritakan segala keluh kesahku tanpa menunggu waktu lama, dan sampai akhirnya sudah habis semua kuceritakan pada mereka. Biasanya saat itu kami akan begitu dekat. Namun yang aku selalu khawatir ketika memulai pertemanan adalah ketika tabiat burukku akan muncul kembali. Yach...tabiat yang entah kenapa selalu menemani hari-hari pertemananku. Entah kenapa pertemananku selalu berakhir dengan kurang bahagia. Dan biasanya aku akan sangat jauh dan canggung dengan orang yang sebelumnya sangat dekat denganku. Kenapa ya?? Apakah ini karena sifat gampang bosan yang aku miliki?? habis manis sepah dibuang... mungkin begitu tepatnya kalimat guna menggambarkan kejahatanku dalam membina hubungan pertemanan. Astaghfirullah... Aku tidak berniat seperti itu, tetapi terkadang begitulah rupanya cerita pertemananku selalu berulang. Aku akan dekat dengan yang baru dan melupakan yang lama. Dan biasanya aku menjauhi teman lamaku karena rasa benci atau tidak suka yang timbul karena suatu hal...
Tapi teman kuliah yang kini dekat denganku ini lain, dari awal dia telah menegaskan padaku, bahwa dia bukan tipe orang yang melupakan teman lama, dia akan selalu mencoba mempertahankan pertemanan dengan semua temannya, mulai dari masa kecil hingga sekarang. Bahkan dia berkata bahwa dia benci sekali jika melihat teman lamanya berubah menjadi sok tidak kenal ketika bertemu lagi dengannya. Oh my God, akankah aku menjadi seseorang yang dibencinya itu?? Akankah aku justru berubah menjadi musuh baginya?? Ya Allah jgn biarkan aku menjadi tidak menyukai berteman dengannya.. Aku ingin berubah, paling tidak mulai pertemanan yang saat ini. Aku tidak ingin berbuat salah lagi, apalagi kepada teman yang tulus berbagi denganku. Biarkanlah dia menjadi petunjuk dariMu untukku agar aku tidak berbuat salah lagi. Ijinkan dia tidak menjadi sepah yang akhirnya kubuang setelah kuhisap manisnya. Amin... Jagalah dia...
No comments:
Post a Comment