Thursday, November 6, 2014

Assalamualaikum. Tidak sengaja membuka twitter, dan tidak sengaja membaca blog ini kembali. Sekitar 4 tahun tidak mendatangi blog ini. Membaca blog-blog yang saya tulis dulu, jadi pengen ketawa sendiri. Bahkan saya sendiri pun tidak percaya bahwa itu adalah saya sendiri yang menulisnya. haha... So, I got something that make me surprise this morning. But I think, it's what I need now. I feel there's an empty space in my heart. An empty space that should be filled by my husband who can't be here beside me, because of his duty at Kalimantan. Sampai kapan itu? saya tidak tahu. Semoga Allah suatu saat mendekatkan kami berdua selamanya. Amiinn. Namun apapun itu, hari ini saya bertekad ingin mensyukuri banyak hal. Dibandingkan ketika saya menulis blog ini 4 tahun lalu, banyak hal yang patut disyukuri sekarang. Bersyukur adalah jalan untuk menuju kebahagiaan. Karena dengan bersyukur, energi positif kita akan memenuhi kognisi kita. Bahagia itu simpel. Bahagia adalah ketika kita mendapatkan atau melakukan sesuatu yang menyenangkan. Oleh karena itu untuk mendatangkan hal tersebut dalam pikiran kita, maka kita harus mendata apa saja yang sudah kita dapatkan selama ini. Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, saya sangat bersyukur saya telah menikah dan bekerja. Bahkan pekerjaan ini pun bukan pekerjaan yang remeh dan bisa dianggap sudah permanen. Pekerjaan suami pun sudah lebih dari cukup. Orang tua saya masih lengkap dan dalam keadaan sehat. Saya memiliki mertua yang baik dan keluarga besar suami pun juga welcome sekali dengan saya. Alhamdulillah sampai saat ini pun saya tidak menderita penyakit tertentu yang membuat saya tidak bisa beraktivitas. Disamping itu saya juga tidak harus membayar listrik, telpon, atau tunjangan rumah lainnya karena saya masih bersama orang tua. Dan masih banyak lagi nikmat yang telah diberikan Allah kepada saya. Begitulah Allah menyayangi saya... Dan masih banyak bukti lainnya bahwa Allah sangat mencintai saya. Saya masih dievaluasi dan diuji. Ujian yang membuat saya bisa menjadi orang yang lebih bersabar. Jika selama ini, banyak hal bisa saya dapatkan dengan mudah. Maka itu kurang bisa membuat saya menjadi seseorang yang teruji kesabarannya. Karena itu Allah mendatangkan ujian bagi saya. Ujian terbert itu adalah masalah jarak dan anak. Jarak yang memisahkan kami berdua, yakni saya dan suami. Setali dua uang, mungkin hal itulah yang membuat kami susah punya anak. Sejauh ini saya belum memiliki jalan keluar. Demikian juga dengan suami. Di satu sisi saya percaya bahwa ketika saya mendapatkan anugerah menjadi cpns di sini, berarti Allah menakdirkan saya tinggal di kota ini. Namun di sisi lain, apakah Allah juga menakdirkan saya selamanya jauh dengan suami. Keluar dari cpns dan mengikuti suami yang berpindah-pindah dalam kerjanya adalah hal yang sangat berat bagi saya. Berat bagi saya, demikian halnya bagi orang tua. Saya menunggu jawaban dari Nya. Saya menunggu babak apa yang selanjutnya akan kami lalui. Kami menunggu sebuah keajaiban yang sedang kami usahakan dan sedang kami pikirkan. Bahkan sebenarnya saya pun saya bingung harus berusaha apa atau berpikir apa. Karena semua jalan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan semakin memperpanjang perdebatan saya serta suami ketika di telepon. Saya tidak berharap keputusan yang saya ambil nanti akan menyakiti beberapa pihak. Saat ini kami sedang berusaha untuk menjalani beberapa tes guna mengikuti tahapan inseminasi. Entah ini saat yang tepat atau tidak untuk melakukan itu. Namun menurut kami berdua, jika jalan dan kesempatan menuju itu dipermudah maka bisa dibilang itu adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Semoga ini akan membuat kondisi menjadi lebih baik....paling tidak begitu spekulasi kami. And what we can do now? just waiting and praying for the best... amiinn

No comments:

Post a Comment